Dajjal

Dajjal : Munculnya Alamat Qiamat yang besar, iaitu dengan kemunculan seseorang manusia yang menamakan dirinya Dajjal. Dia mendapat gelaran al-Masih Dajjal. Al-Masih ertinya menempuh perjalanan seluruh bumi dalam waktu yang lama sekali dan juga bererti kehilangan matanya, sebab kenyataannya ialah buta matanya yang sebelah.
Dajjal akan mempunyai ramai pengikut hari demi hari, sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w., dari Abu Hurairah r.a. katanya: Nabi s.a.w. bersabda; "Tidak akan berlaku qiamat sehigga munculnya hampir 30 orang pengikut Dajjal dan semuanya mendakwa bahawa Dajjal itu Rasul Allah". (HR Muslim: 1473)

Dajjal tampil di hadapan manusia diakhir zaman nanti dengan mengaku bahawa dirinya adalah “Tuhan”. Ia berusaha me­nyebarkan fitnah di kalangan seluruh umat manusia agar meninggalkan agama mereka yang benar, iaitu ajaran Islam yang telah disebarkan kembali oleh Imam al-Mahdi a.s.. Cara penampilannya ialah dengan menunjukkan peristiwa-peristiwa yang luar biasa yang dapat dilakukan olehnya dan banyak sekali keajaiban-keajaiban yang dipertonton­kan melalui kedua tangannya. Sebahagian orang ada yang terpikat, tetapi orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya, pasti akan ditetapkan oleh Allah Ta’ala hati-hatinya, sehingga tidak akan terpikat sama sekali oleh ajakannya yang sesat itu dan tidak akan terpesona oleh keistimewaannya yang menggiurkan. Ring­kasnya orang-orang mukminin tidak akan tertipu sehingga sanggup mengikuti ke­sesatan-kesesatan yang dipropagandakan.

Dalil Dari Hadits Tentang Dajjal

Dari Nawwas bin Sam’an disebutkan: Di suatu pagi Rasulullah solallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang Dajjal dengan suara perlahan, lalu suaranya meninggi seolah-olah Dajjal telah berada di salah satu kebun kurma ( di kota Madinah ). Kami beranjak dari majelis beliau, kemudian kami datang lagi. Seolah-olah beliau tahu, lalu berkata, “Ada apa?”

Kami menjawab, “Wahai Rasulullah, tadi pagi engkau menceritakan tentang Dajjal dengan suara lalu meninggikan suara, sehingga kami mengira Dajjal telah muncul di salah satu kebun kurma”. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada selain Dajjal yang lebih aku khawatirkan. Jika Dajjal keluar sekarang, aku yang akan menghadapinya, namun jika ia keluar setelah aku tiada, masing-masing kalian menghadapinya. Allah subhana wa ta’ala menjadikan penggantiku pada seorang setiap muslim. Dajjal seorang pemuda berambut keriting, matanya sebelah kanan celek, aku menyerupakannya dengan Abdul Uzza bin Qathan (lelaki Quraisy yang hidup di zaman Jahiliyah). Maka barang siapa yang menemuinya bacalah surat Al-Kahfi. Ia keluar dari sebuah jalan antara Syam dan Iraq, lalu ia berbuat binasa kesana kemari. Hai hamba Allah, tetaplah dalam dien kalian!”

Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa lama ia di bumi? Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Empat puluh hari. Satu harinya seperti setahun, satu harinya seperti sebulan, satu harinya seperti seminggu, sisa harinya seperti hari-hari biasa.” Kami bertanya lagi , “Wahai Rasulullah, satu hari seperti setahun itu, apakah cukup shalat sehari saja?” Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab lagi, ” Tidak, tapi perkirakanlah saja selama setahun. ” Kami bertanya, “Bagaimana kecepatan jalannya?” Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seperti awan ditiup angin. Dajjal mendatangi suatu kaum lalu menyeru mereka, kemudian mereka beriman kepadanya dan mematuhinya. Ia perintahkan langit, lalu turunlah hujan. Ia perintahkan bumi, keluarlah tumbuh-tumbuhan. Punuk unta dan kantung susu hewan ternak penuh berisi. Kemudian ia mendatangi suatu kaum lalu menyeru mereka agar beriman kepadanya, tetapi mereka menolak seruannya. Kemudian ia meninggalkan daerah tersebut, lalu mereka ditimpa kekeringan sampai mereka tidak mempunyai sedikitpun harta. Setelah itu ia melewati gedung yang runtuh dan berkata, ‘Keluarlah harta karunmu!’ , maka harta berterbangan mengikutinya seperti lebah. Kemudian ia memanggil seorang pemuda dan menebasnya dengan pedang hingga badannya terbelah dua. Kemudian ia panggil lagi, si pemuda yang sudah terbelah itu bangkit sambil mentertawakan Dajjal. Di saat itulah muncul Nabi Isa ‘alaihisalam, lalu mengejar Dajjal dan mendapatinya (bertemu) di pintu gerbang kota Lud (di Palestina) yang kemudian ia membunuh Dajjal. ” (HR Muslim)

Keluarnya Dajjal dari arah pertengahan antara Laut Syam dan Laut Yaman di Timur Tengah, mengaku sebagai Nabi Isa a.s, tuhan orang Kristian dan Yahudi.

Dari Umar r.a. bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Tidak seorang Nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia memperingatkan kepada umatnya perihal kedatangan Dajjal. Dajjal itu akan keluar di kalangan kamu semua, maka tidak samar lagi bagimu semua bahawa Tuhan itu tidaklah bermata sebelah. Sesungguhnya Dajjal itu bermata sebelah, yang kanan tidak dapat digunakan untuk melihat, seolah-olah matanya itu macam biji yang menonjol;- (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Dajjal pembawa fitnah;
Rasulullah s.a.w bersabda: “Sejak Allah s.w.t. menciptakan Nabi Adam a.s. sampai ke hari kiamat nanti, tidak ada satu ujian pun yang lebih dahsyat daripada Dajjal”;- (Riwayat Muslim).

Ujian dan tanggungjawab setiap orang Islam melawan Dajjal;
Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya tidak ada satu fitnah (ujian) Allah di atas muka bumi ini sejak ia menciptakan zuriat Nabi Adam a.s (sampai ke hari kiamat nanti) yang lebih dahsyat daripada fitnah Dajjal. Dan sesungguhnya Allah tidak mengutus seorang nabi jugapun kecuali nabi itu mengingat kaumnya akan ujian Dajjal ini: Aku (Rasulullah s.a.w) adalah Nabi yang terakhir sekali dan kamu adalah juga ummat yang terakhir sekali, maka sudah pasti Dajjal itu akan keluar pada zaman kamu (kerana telah terbukti sampai ke zaman Nabi s.a.w., bahawa Dajjal belum lagi keluar). Seandainya ia keluar dan aku masih berada di kalangan kamu, maka akulah yang akan berhujjah dengannya bagi mewakili setiap orang Islam. Dan jika ia keluar selepas kematianku, maka kamu semua bertanggung jawab untuk melawannya dan Allah s.w.t. sebagai penolong kamu sekalian”;- (Riwayat Ibnu Majah).

Dajjal membawa api dan air;
Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya Dajjal itu akan keluar dengan membawa air dan api, maka apa yang dilihat manusia sebagai air, sebenarnya itu adalah api yang membakar. Sedang apa yang dilihat oleh manusia sebagai api, maka itu sebenarnya adalah air yang dingin dan tawar. Maka barangsiapa yang menjumpainya, hendaklah menjatuhkan dirinya ke dalam apa yang dilihatnya sebagai api, kerana ia sesungguhnya adalah air tawar yang nyaman;- (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dajjal membawa sesuatu yang menyerupai syurga dan neraka;
Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Sukakah aku ceritakan kepadamu tentang Dajjal, yang belum diberitakan oleh Nabi kepada kaumnya. Sungguh Dajjal itu buta mata sebelahnya dan ia akan datang membawa sesuatu yang menyerupai syurga dan neraka, adapun yang dikatakan syurga, maka itu adalah neraka. Dan aku memperingatkan kalian sebagaimana Nabi Nuh a.s memperingatkan kepada kaumnya.

Dajjal membawa sungai air dan sungai api;
Dari Abu Hudzaifah r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya aku lebih tahu dari Dajjal itu sendiri tentang apa padanya. Dia mempunyai dua 2 sungai mengalir. Yang satu menurut pandangan mata adalah air yang putih bersih. Yang satu lagi menurut mata adalah api yang bergelojak. Sebab itu, kalau seorang mendapatinya hendaklah mendekati sungai yang kelihatan api. Hendaklah dipejamkan matanya, kemudian ditekurkan kepalanya, lalu diminumnya air sungai itu kerana itu adalah air sungai yang sejuk. Sesungguhnya Dajjal itu buta matanya sebelah ditutupi oleh daging yang tebal, tertulis antara dua 2 matanya (di keningnya) perkataan kafir yang dapat dibaca oleh setiap orang beriman pandai baca atau tidak;- (Riwayat Muslim).

Dajjal membunuh orang kemudian menghidupkan kembali;
Dari Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Pada suatu hari Rasulullah menceritakan kepada kami tentang Dajjal dalam suatu cerita yang panjang, di antaranya baginda menceritakan: “Dajjal itu nanti akan datang, dan dia terhalang untuk melalui jalan-jalan masuk kota Madinah. Maka sampailah Dajjal itu ke sebuah kebun dekat pinggir kota Madinah. Di hari itu datang kepadanya seorang laki-laki yang sangat lawa. Laki-laki tadi mengucapkan: “Saya mengakui bahawa engkau ini adalah Dajjal yang telah diceritakan oleh Rasulullah s.a.w. kepada kami.” Dajjal berkata (kepada pengikutnya): “Bagaimana pendapat kamu, kalau saya membunuh orang ini, kemudian saya hidupkan kembali, adakah kamu masih ragu-ragu tentang kekuasaanku?” Pengikut-pengikutnya menjawab: “Tidak ragu-ragu!” Lalu Dajjal membunuh laki-laki tadi, kemudian dihidupkan kembali. Ketika laki-laki itu telah hidup kembali, dia mengucapkan (kepada Dajjal): “Demi Allah! Sekarang, saya lebih mengerti tentang engkau (seorang Dajjal)” Lalu Dajjal hendak membunuhnya sekali lagi, tapi Dajjal tidak sanggup melaksanakannya.”;- (Riwayat Muslim).

Dajjal tidak boleh memasukki kota Makkah dan Madinah;
Dari Anas bin Malik r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Setiap negeri (nanti) akan ditakluki oleh Dajjal, selain Makkah dan Madinah. Setiap jalan masuk ke sana, dikawal oleh malaikat yang berbaris. Maka sampailah Dajjal ke sebuah kebun (di pinggir Madinah) dan terjadilah tiga 3 kali gempa bumi di Madinah, lalu setiap orang kafir dan munafik keluar dari Madinah menuju kebun tadi;- (Riwayat Muslim).


Nabi Khaidir bertemu Dajjal.

Diriwayat dari Abi Sa'id al-Khudry r.a., katanya: "Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. menceritakan kepada kami satu cerita yang panjang tentang Dajjal, antara lain diceritakannya bahawa Dajjal, masuk kepinggir kota Madinah hingga sampai ke tanah lapang dekat Madinah, lalu ia diwaktu itu ditemui oleh seorang lelaki yang terbaik di antara manusia. Lelaki itu berkata kepada Dajjal, aku yakin bahawa engkau ini adalah Dajjal sebagaimana yang telah diceritakan Rasulullah s.a.w. kepada kami. Lalu Dajjal berkata, bagaimana lalu ku bunuh ini ( هذا ) (tidakpasti apakah yang akan dibunuh) kemudian kuhidupkan kembali, apakah kamu masih ragu-ragu tentang aku ini?. jawab mereka tidak. Kata beliau lagi, lalu dibunuhnya kemudian dihidupkannya kembali. Lelaki itu berkata ia setelah kembali hidup, demi Allah belumlah aku tahu betul tentang dirimu (dengan mata kepalaku) sebelum sekarang ini. Kata Rasulullah s.a.w. kemudian Dajjal mahu membunuhnya lagi tetapi tidak berjaya. Kata Abu Ishak (perawi hadits), sesungguhnya lelaki ini ialah nabi Khaidhir a.s." (HR Muslim: 1474)

Selanjutnya dari sehari ke sehari akan nyatalah persoalannya, jelaslah bahawa Dajjal itu seorang penipu agung. Akhirnya fitnah yang disebarkan itu menjadi padam dan hilang dan ia sendiri terbunuh di tangan kaum Muslimin, di bawah pimpinan Nabiullah Isa a.s. pemimpin umat Islam di saat itu.

Seluruh Rasul Tuhan sudah memberikan peringatan kepada ummatnya, jangan sampai terkena oleh fitnah dan rayuan sesat Dajjal itu sebagaimana juga dilakukan oleh penghulu dan penghujung sekalian Rasul iaitu Nabi Besar Muhammad (S.A.W.). Dalam sebuah Hadis yang diceritakan oleh Umar r.a. bahwasanya Rasulullah (S.A.W.) dalam khutbah Haji Wada’ (haji yang terakhir bagi Rasulullah itu) meminta kepada umatnya yang hadir di saat itu supaya semua diam untuk mendengarkan ucapan khutbah yang hendak di­sampaikannya. Beliau, setelah memuji dan mengagungkan kebesaran Allah Ta’ala, kemudian menyebutkan perihal Dajjal. Huraian mengenai ini dijelaskan dengan panjang lebar oleh Nabi (S.A.W.) itu, akhirya beliau bersabda:


“Tidak Seorang Nabi pun yang diutus oleh Allah, melainkan ia memperingat­kan kepada umatnya perihal kedatangan Dajjal. DajjaI itu akan keluar di kalangan kamu semua, maka tidak samar lagi bagimu tentang hal ehwalnya. Tidak samar pula padamu semua bahawa Tuhanmu itu tidaklah buta sebelah. Sesungguh­nya Dajjal itu buta sebelah mata kanannya, seolah-olah matanya itu sebuah biji yang menonjol” (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Syeikh Rasyid Ridha berkata: “Penilaian yang dapat dipetik dari hadits-hadits yang memuat persoalan-­persoalan mengenai Dajjal ini ialah bahawa Nabi (S.A.W.) telah menyingkap masalah itu sekadarnya, digambarkan perihal munculnya Dajjal di akhir zaman dan ia dapat menunjukkan hal-hal yang sangat luar biasa kepada seluruh manusia, juga beberapa keanehan dan keajaiban-keajaiban yang dapat menjadi fitnah kepada orang ramai, sehingga ramai yang terpikat oleh ajakannya dan terpesona oleh kepandaiannya itu. Dijelaskan pula oleh Rasulullah (S.A.W.); bahwa Dajjal itu adalah dari bangsa Yahudi dan bahawa kaum Muslimin hendaklah sama-sama memeranginya; bahkan diperangi juga kaum Yahudi yang membelanya di tanah suci ini. Akhirnya kaum Muslimin menang dalam peperangan melawan kaum yang sesat dan menyesatkan itu.

Semua peristiwa itu diterangkan secara keseluruhan dan tidak ada perinciannya sama sekali. Selain itu tidak ada satu pun wahyu dan Allah Ta’ala yang menguraikan hal ini. Rasanya hal ini tidaklah jauh bandingannya jikalau banyak kerajaan-kerajaan hari ini yang berusaha keras mengembangkan Fahaman Zionisme dan tentu saja mereka itu adalah dari kaum Yahudi juga. Mereka sentiasa memikirkan untuk me­nyebarkan fitnah dan mereka sertai pula dengan ilmu-ilmu pengetahuan moden dan teknik yang baru ditemukan seperti kimia, atom, teknologi moden dan lain-lain.

Apa yang telah dikemukakan oleh Syeikh Rasyid Ridha itu dikukuhkan dengan beberapa hadits di bawah ini. Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah (S.A.W.) bersabda:

Maksudnya: “Sungguh belum akan tiba hari Qiamat sehingga kamu semua (kaum Muslimin) memerangi kaum Yahudi, sehingga batu yang di belakangnya ada orang Yahudi yang bersembunyi itupun akan berkata-kata: “Hai orang Islam, ini ada orang Yahudi, bunuhlah ia!”. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Ini adalah suatu kata kiasan yang memberi pengertian bahawa pada saat itu sudah tidak ada gunanya lagi bagi kaum Yahudi itu untuk bersembunyi walau di mana saja tempatnya. Mu’adz bin Jabal juga ada meriwayatkan, bahawasanya Rasulullah (S.A.W.) bersabda:


“Keramaian Baitul Maqdis adalah hancurnya Yatsrib (Madinah) dan hancur­nya Yatsrib adalah sebagai tanda timbulnya perang besar, dan timbulnya perang besar itu adalah berhubungan dengan dibebaskannya kota Konstantinopel, sedang di saat dibebaskannya kota Konstantinopel inilah keluarnya Dajjal”.(Diriwayatkan oleh Abu Dawud)

Pembebasan kota Konstantinopel ini tentulah bukan pembebasan yang sudah pernah dilakukan oleh kaum Muslimin dahulu, sebab disebutkan pula dalam riwayat Tarmizi, iaitu:


“Dibebaskannya Konstantinopel bersamaan dengan tibanya hari Qiamat.”

Kesimpulannya kelahiran dan kemunculan Dajjal sebagai penyaksian muncul­nya fitnah-fitnah yang terbesar di akhir zaman yang tampil sebagai salah satu daripada tanda besar Hari Qiamat semakin hampir. Tujuannya ialah hendak melawan gerakan Islam serta berusaha untuk membuat fitnah kepada umat Islam dalam urusan agama mereka itu. Islam akan tegak semula memerintah dunia selepas kedatangan Imam al-Mahdi al-Muntadzar. (Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu).

Dajjal Yahudi dengan menggunakan ilmu pengetahuan, ke­pandaian dan kekuatan, mereka menyebarkan dakyah dan serangan mental mahupun fizikal terhadap umat Islam. Tetapi Allah Ta’ala pasti akan menghancurkan tipu daya Dajjal tersebut dengan jalan menunjukkan ayat-ayat yang lebih besar lagi dari fitnah yang dilancarkan olehnya. Ayat yang dimaksudkan itu ialah dengan turunnya Nabiullah Isa (a.s.) untuk mengukuhkan kebenaran yang dianjurkan oleh Imam Al-Mahdi pada waktu itu. Dengan demikian lalu timbullah saling tolong-menolong antara Nabi Isa (a.s.) dan Imam Al-Mahdi, sedang di belakang kedua pemimpin itu berdirilah para pemimpin-pemirnpin Islam lainnya yang berusaha keras hendak membunuh Dajjal itu serta me­lumpuhkan ajarannya.

Demikianlah peristiwa yang akan terjadi pada saat itu. Kemudian jikalau Dajjal telah terbunuh, maka hancur lebur pulalah kaum Yahudi yang ber­perang bersama Dajjal tadi. Diriwayatkan bahawa jumlah kaum Yahudi bersama Dajjal itu seramai tujuh puluh ribu orang. Ini menurut Hadis riwayat Muslim

1 comment: